Kenali Diet Ketogenic: Pengertian, Tips dan Manfaatnya

diet ketogenic
24/12/2020 0 Comments

Menginginkan tubuh ideal  dan sehat tentu akan melakukan berbagai cara. Termasuk menjalani program diet. Namun, ketika akan melakukan diet tidak konsultasi atau mempersiapkan serta memilih diet yang cocok. Sehingga, akan berpengaruh pada tubuh bahkan membahayakan. Salah satu diet yang populer yaitu diet ketogenic. Diet apakah itu?

Memiliki badan sehat dan proposional memang menjadi impian. Diet dipilih sebagai salah satu upaya dalam menurunkan berat badan. Program diet akan berhasil apabila dilakukan dengan cara yang benar. Jenis diet yang bisa menjadi pilihan adalah diet metode ketogenic. Diet ini merupakan penerapan pola diet dengan makanan rendah karbohidrat tetapi tinggi lemak.

Diet ketogenic merupakan program diet yang pola makannya rendah karbohidrat dan rendah gula. Apabila asupan karbohidrat dan gula tidak ada. Membakar lemak dan membentuk keton untuk mendapatkan energi dikerjakan tubuh saat itu juga. Kondisi itu dikenal dengan sebutan ketosis. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kondisi itu adalah 2-4 hari.

Manfaat Diet Ketogenic

Kondisi ketosis akan diproses setelah mengonsumsi kurang dari 10-15 gram per hari. Diet ini dapat dipertimbangkan menjadi alasan utama yang mampu menurunkan berat badan dengan cepat. Berat badan mampu turun hingga 10 kg pada orang-orang yang menjalani 2,5 siklus diet ini. Asupan karbohidrat pada tubuh berkurang akan menyebabkan energi berkurang, rasa lapar berlebihan, dan bisa mual-mual.

Diet dengan metode ketogenic sudah ada sejak 100 tahun lalu. Dulu, belum dipergunakan untuk diet menurunkan berat badan. Namun, disarankan untuk anak-anak penderita epilepsi yang tidak berhasil ditangan dengan obat-obatan sebab kebal obat. Dikarenakan diet ini membantu mengurangi frekuensi kejang. Berikut manfaat yang diperoleh dari diet ini.

1. Mengontrol Gula Darah Penderita Diabetes Tipe 2

Diet ini direkomendasikan bagi penderita diabetes tipe 2 selagi lemak yang dikonsumsi adalah lemak sehat. Misalkan lemak lemak dari ikan salmon, alpukat, dan kacang-kacangan. Karbohidrat rendah dan lemak tinggi dapat memperbaiki kinerja tubuh dalam menyimpan dan memproses energi. Sehingga , bisa meringankan gejala diabetes yang dirasakan.

Penderita diabetes yang menjalani program ketogenic harus terus dipantau kemanan diet terhadap kadar gula darah. Jangan sampai mengalami kadar gula darah rendah, sehingga diperlukan pemeriksaan setiap hari. maka, diperlukan pengujian tingkat keto untuk menghidari ketoasidosis.

2. Ringankan Gejala Epilepsi Anak

Penanganan gejala epilepsi pada anak yang sukar diatasi dengan pengobatan biasa dapat menggunakan diet ini. Diet keto sangat efektif untuk mengurangi kejang pada penderita gejala epilepsi terutama anak-anak. Dalam sebuah penelitian menguji 150 anak epilepsi dan telah menjalani diet keto selama 1 tahun. Ternyata mengalami penurunan frekuensi kejang 50 % pada setengah anak penderita epilepsi yang diuji.

3. Kurangi Risiko Penyakit Jantung

Upaya menjalani diet ketogenic akan mengurangi risiko penyakit jantung. Disebabkan mampu menurunkan kadar insulin disertai produksi kolesterol dalam tubuh juga ikut menurun. Hal itu, akan mengurangi tekanan darah tinggi dan risiko penyakit jantung.

Baca Juga : Siapa Sangka, Ini Dia Manfaat Rempah Untuk Kesehatan

4. Kurangi Risiko Terkena Gangguan Sistem Saraf

Pada kasus gangguan sistem saraf, seperti Alzheimer, gangguan tidur,  dan penyakit Parkinson. Diet ini bisa dimanfaatkan untuk menanganinya. Sistemnya melalui keton yang dihasilkan tubuh akan mengurangi lemak menjadi energi yang mampu melindungi sel otak dari kerusakan. Selain itu, bisa mengurangi jerawat, menghambat peradangan asam urat, dan menghambat perkembangan sel kanker. 

Tips Aman dengan Tahapan Diet Ketogenic

Tertarik menjalankan metode ketogenic diperlukan persiapan dan tahapan. Hal ini, untuk menghindari sesuatu hal yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Diperlukan juga konsultasi terlebih dahulu, jika ingin melakukan diet ini. Konsultasi dengan dokter maupun pakar diet akan membantu dalam keberhasilan program diet. Berikut tahapan benar dalam melakukan diet ini yang semestinya diperhatikan.

1. Induksi

Tahap induksi ini untuk mendorong tubuh mencapai pada kondisi ketosis. Tahap ini tubuh akan beradaptasi memakai lemak menjadi sumber energi. Cara yang bisa dilakukan cukup  mudah dengan mengurangi asupan karbohidrat serta makanan dari hewani. Misalnya mengurangi konsumsi telur, ayam, daging, dan ikan sebanyak 10 gram per hari. Jaga air dan minuman bebas kalori tetap masuk dalam tubuh.

2. Konsolidasi

Berhasil melalui tahapan induksi, maka akan diperbolehkan untuk masuk ke tahapan konsolidasi. Pada tahapan ini akan mulai mengonsumsi makanan seperti  sumber protein nabati dan sayuran. Di tahap ini alangkah baiknya untuk tidak mengonsumsi buah-buahan terlebih dahulu. Kalau tahap Induksi berlangsung selama 2-3 hari. Tahap Konsolidasi diet ketogenic berlangsung 1 minggu hingga 1 bulan.

3. Pemeliharaan

Tahapan terakhir ini ketika tubuh sudah terbiasa dengan membakar lemak menjadi sumber energi. Di tahap pemeliharaan ini juga sudah mulai diperbolehkan untuk mengonsumsi buah-buahan. Perlu diingat juga, dalam tahap ini sudah mulai bisa mengonsumsi karbohidrat. Akan tetapi, tetap dibatasi sebab bagi orang bekerja disarankan asupan karbohidrat 130 gram per hari.

Melakukan diet ketogenic disarankan untuk rutin mengecek kadar gula darah. Kemudian, menjaga supaya kadar gula darah dalam darah tidak melebihi 90 mg/dl. Penting dilakukan dalam program diet ini agar keberhasilan bisa didapat dan dirasakan. Jadi, patuhi dengan disiplin aturan dalam diet ini. semoga bermanfaat.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.