Kenali Gejala Autoimun : Pengertian dan Penyebabnya

Apa yang Anda pikirkan saat mendengar istilah penyakit autoimun? Autoimun merupakan suatu penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Jenis penyakit ini memang asing di telinga, namun bukan berarti sedikit yang mengalaminya. Bahkan belum lama ini seorang selebriti, Ashanty mengalami masalah autoimun pada tubuhnya. Nah, perlu kita kenali gejala autoimun ini sejak dini.

Sebelum mengetahui apa saja gejala autoimun, Anda harus mengetahui lebih dahulu apa itu autoimun. Di dalam artikel ini akan dipaparkan penjelasan apa itu autoimun, gejala autoimun, penyebab penyakit tersebut serta pengobatannya.

Apa itu Penyakit Autoimun?

Kita semua tahu bahwa imun di dalam tubuh berperan sangat penting. Pada situasi normal, imun tubuh manusia berperan membunuh sel-sel asing dari luar seperti virus dan bakteri. Tetapi, pada penderita autoimun, hal yang terjadi tidak seperti demikian. Bukan hanya virus dan bakteri yang diserang melainkan juga sel-sel baik dalam tubuh.

Sistem kekebalan tubuh penderita autoimun melihat sel-sel baik tersebut sebagai benda asing yang harus dimatikan. Hal itu terjadi karena sistem imun pada tubuh tidak mampu membedakan sel-sel yang berasal dari dalam diri dengan sel-sel asing. Sehingga setiap sel yang ia lihat akan diserang. Untuk mengetahui apakah tubuh Anda mengalami hal demikian atau tidak, maka kenali gejala autoimun.

Baca Juga : Inilah 7 Manfaat Sinar Matahari Pagi yang Menyehatkan dan Bikin Cantik

Sebelum dipaparkan gejala autoimun, perlu Anda ketahui bahwa ada beberapa jenis autoimun yang hanya menyerang satu organ tubuh tertentu. Namun, ada penyakit autoimun yang melemahkan seluruh organ dalam tubuh, seperti lupus. Maka, kenali gejala autoimun untuk menghindarinya.

Kenali Gejala Autoimun

Sebelum suatu penyakit menjadi akut, sebaiknya kenali tanda-tanda awal munculnya penyakit tersebut agar dapat segera ditangani. Kenali beberapa gejala autoimun pada tubuh. Berikut ini adalah gejala umun sebagai pertanda awal seseorang mengalami autoimun.

  • Tubuh mudah merasa lelah
  • Nyeri pada otot
  • Terjadi pembengkakan pada beberapa bagian tubuh
  • Mengalami demam ringan
  • Menurunnya daya konsentrasi
  • Mati rasa serta kesemutan pada tangan dan kaki
  • Rambut rontok
  • Terjadi ruam pada kulit

Setelah Anda kenali gejala autoimun di atas, ada pula beberapa jenis penyakit autoimun yang menunjukkan gejala khusus pada penderitanya. Seperti, pada penderita diabetes tipe 1 akan sering timbul rasa haus yang  ekstrim dan penurunan berat badan secara drastis. Adapula penyakit autoimun yang gejala hilang timbul, seperti psoriasis. Periode ketika gejala tersebut muncul disebut flare-up dan ketika mereda disebut remission.

Penyebab Penyakit Autoimun

Sejauh ini belum ada penelitian yang memastikan penyebab dari penyakit ini. Tetapi terdapat beberapa teori yang mengarah pada sistem imun tubuh yang sangat aktif sehingga mematikan sel-sel tubuh dan menyebabkan infeksi. Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang terkena autoimun.

1. Keturunan

Ada jenis autoimun yang cenderung muncul dalam satu keluarga yang sama, di antaranya seperti multiple sclerosis (MS) dan lupus. Walaupun begitu,  memiliki anggota keluarga yang mengalami autoimun, tidak serta merta membuat Anda akan terjangkit penyakit tersebut.

2. Berat Badan

Berdasarkan pendapat para ahli, memiliki berat badan di atas normal menyebabkan besar risiko terkena penyakit autoimun seperti rheumatoid arthtitis dan psoriatic arthritis. Hal tersebut karena kelebihan berat badan mengakibatkan tekanan pada persendian menjadi semakin besar. Selain itu, tumpukkan lapisan lemak menyebabkan peradangan dalam tubuh.

3. Kebiasaan Merokok

Seperti yang diketahui bahwa merokok memiliki dampak buruk bagi kesehatan tubuh, termasuk menjadi penyebab autoimun. Penelitian menyebutkan bahwa kebiasaan merokok sangat berkaitan dengan munculnya penyakit autoimun, seperti lupus, rheumatoid arthritis dan hypertiroid.

4. Pengobatan Penyakit Autoimun

Setelah Anda kenali gejala autoimun, perlu Anda ketahui pula penyembuhannya. Penyembuhan penyakit ini bisa dilakukan dengan beberapa jenis pengobatan. Tentunya bergantung pada gejala autoimun yang timbul serta pertimbangan medis lainnya. Berikut jenis pengobatan penyakit autoimun.

5. Untuk meringankan gejala autoimun

Beberapa penderita penyakit ini bisa menggunakan obat penghilang nyeri yang dijual bebas di apotek. Obat seperti aspirin dan ibuprofen efektif meredakan rasa pusing ringan. Namun, untuk gejala autoimun yang lebih berat, seperti depresi, pembengkakan, gangguan kecemasan, rasa lelah yang berlebihan, kesulitan tidur, atau ruam, disarankan untuk konsultasi ke dokter.

6. Untuk mengganti fungsi vital organ yang tidak lagi berfungsi

Kondisi penyakit autoimun seperti gangguan kelenjar tiroid dan diabetes dapat memengaruhi kemampuan tubuh untuk memproduksi zat-zat tertentu. Untuk diabetes, dapat dilakukan penyuntikan insulin dalam periode tertentu, agar gula darah dalam tubuh tetap normal. Sedangkan untuk tiroid, harus dilakukan terapi hormon untuk mengganti hormon tiroid yang hilang akibat kelenjar tiroid yang tidak berfungsi.

Selain dengan pengobatan secara medis, penderita autoimun juga harus mengubah gaya hidup sehat. Atur pola makan dengan makan-makanan yang bergizi. Asupan vitamin dapat membantu penyembuhan autoimun. Selain itu juga rutin berolahraga. Karena dengan berolahraga, perlahan tubuh akan kembali sehat.

Demikianlah penjelasan pada artikel ini mengenai apa itu autoimun, gejala autoimun, penyebab dan pengobatannya. Kenali gejala autoimun sedini mungkin. Jaga selalu sistem kekebalan tubuh Anda dengan mengonsumi makan-makanan sehat serta rajin berolahraga. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk Anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *