Kipas Angin dan AC, Mana yang Lebih Baik?

Kesehatan, RismanHerbal.com: Cuaca yang berubah-ubah membuat udara yang dihasilkan terasa tidak nyaman. Misalnya rasa panas. Udara yang panas memberi reaksi panas dan gerah. Hal ini terkadang mengganggu aktifitas. Kipas angin dan AC (air conditioner) dipakai untuk mengurangi udara panas itu. Keduanya memiliki tujuan yang sama namun berbeda cara kerjanya.

Berdasarkan prinsip Bernoulli, kipas angin bekerja dengan memanfaatkan perbedaan tekanan antara bagian depan dan belakang baling-baling sehingga mendorong udara di sekelilingnya. Sedangkan AC, digunakan sebagai pendingin ruangan. Cara kerjanya cukup rumit. Unit di dalamnya cukup banyak. Beberapa yaitu kompresor, katup ekspansi, kumparan panas dan pendingin, dan lain sebagainya. Dari segi harga, kedua benda elektronik ini memiliki perbedaan yang cukup signifikan.

Lalu bagaimana pengaruhnya bagi kesehatan? Berikut ini beberapa plus-minus kipas angin dan AC untuk tubuh.

Keuntungan Kipas Angin

Membuka jendela adalah cara yang paling baik untuk mendapatkan udara yang sehat. Tapi di malam hari, kipas angin membantu sirkulasi udara tetap baik meski ruangan tertutup.

Angin hasil perputaran kipas angin membuat suhu ruangan lebih stabil. Di cuaca panas tetap terasa sejuk dengan kipas angin.

Suara kipas angin saat berputar memiliki sensasi tersendiri. Mendengarnya menjelang tidur membuat lebih nyaman. Ini membuat tidur lebih cepat dan nyenyak.

Sirkulasi udara yang baik mencegah Sindrom Kematian Bayi Mendadak. Pasalnya, karbon dioksida dapat tersalurkan ke luar ruangan. Karbon dioksida inilah yang menyebabkan sindrom tersebut.

Keuntungan AC

Ketika suhu ruangan panas, tubuh akan bereaksi mengeluarkan keringat. Keringat akan mengurangi cairan tubuh. Akibatnya tubuh akan dehidrasi. Dengan AC, dehidrasi dapat dicegah. Satu dampak dari suhu panas ialah heatstroke, keadaan tubuh mengalami peningkatan suhu secara drastis. AC menjadi solusi agar suhu tubuh lebih stabil.

Udara dingin dan sejuk dari AC bisa jadi alternatif untuk merilekskan badan dan pikiran. Perpaduan AC dan aromatherapy dapat membantu menghilangkan stres dan tekanan. Sebuah penelitian mengungkapkan penggunaan AC dapat menurunkan resiko penyakit jantung, lho. Kelembaban udara yang tinggi serta suhu yang panas akan menurunkan kualitas bernapas. Ini dapat memicu stres pada jantung.

Selain keuntungannya, kipas angin dan AC juga memiliki dampak negatif bagi kesehatan tubuh. Berikut ini penjelasannya!

Dampak Negatif Kipas Angin

Angin hasil perputaran kipas angin bisa membawa virus dan bakteri. Akan berdampak buruk seperti alergi debu. Saat tidur menggunakan kipas angin, angin yang dingin dapat menyebabkan kram pada leher.

Bagi penderita asma, kipas angin bisa jadi musuh utama. Debu yang dibawa bisa menyebabkan kambuhnya asma seseorang. Kipas angin juga bisa membuat bibir, kulit serta kerongkongan menjadi kering.

Dampak negatif AC

Udara yang dingin membuat hidung kering. Hal ini memicu produksi lendir bertambah. Lendir akan menumpuk dan mengakibatkan iritasi sinus.

Perbedaan suhu yang signifikan menyebabkan sakit di kepala. Pori-pori kulit akan menutup saat udara dingin. Penggunaan AC dapat membuat kulit menjadi kering. Ruangan ber-AC bisa membuat orang malas untuk bergerak. Suhu dingin memicu perut lebih sering lapar. Dan ini bisa memicu kenaikan berat badan secara berlebih.

Itulah beberapa plus minus penggunaan kipas angin dan AC. Semua produk pasti memiliki dampak positif dan negatif bagi tubuh manusia.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari kedua alat elektronik tersebut, yaitu:

  • Saat pagi dan siang hari, matikan kipas angin dan AC. Lalu buka pintu dan jendela. Biarkan udara segar masuk ke dalam ruangan dan menggantikan udara dalam ruangan. Cara ini akan meningkatkan kualitas sirkulasi udara.
  • Bersihkan lubang-lubang ventilasi. Saat pintu dan jendela tertutup, ventilasi ini bertugas sebagai penyalur udara ke dalam dan luar ruangan. Pastikan tidak ada debu yang menempel di lubang ventilasi.Bersihkan kipas angin dan AC secara rutin. Cara ini akan mengurangi reaksi alergi dari tubuh.
  • Gunakan lotion untuk menghindari kulit kering. Dan rutin minum air putih.
    Tempatkan kipas angin pada posisi yang tepat. Perhatikan agar kipas angin pada mode berputar.

Selain merawat kipas angin dan AC, kebersihan ruangan juga perlu dijaga. Hal ini akan menghindarkan debu berterbangan saat kipas angin dan AC menyala.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *