Kurang Tidur Dapat Meningkatkan Resiko Diabetes

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan risiko diabetes.

Dilansir medicalnewstoday.com, menyebutkan bahwa tidur tidak diragukan lagi adalah salah satu fungsi fisiologi yang paling misterius tetapi penting. Seperti yang kita ketahui bahwa tidur penting untuk konsolidasi memori dan tentunya memberikan waktu otak untuk membersihkan racun yang terbentuk sepanjang hari.

Tidak hanya memicu penyakit diabetes, kurang tidur juga dapat mempengaruhi kesehatan kejiwaan dan fisik. Kurang tidur juga memiliki hubungan dua arah dengan kondisi kejiwaan yaitu gangguan tidur dapat disebabkan oleh penyakit mental, dan kurang tidur dapat memperburuk, atau bahkan menyebabkan penyakit mental. Secara fisik, tidur memberikan tubuh untuk memulihkan diri; misalnya, otot diberikan waktu untuk menyembuhkan dan tumbuh. Maka tidak heran apabila kecapean yang disebabkan oleh aktifitas yang berat dapat sembuh cepat hanya dengan tidur yang teratur.

Banyak Faktor

Kurang Tidur Dapat Meningkatkan Resiko Diabetes

Ilustrasi. Peneliti ungkap hubungan kurang tidur sebagai penyebab diabetes. (CTV News)

Kurang tidur merupakan masalah besar yang masih sering dianggap sepele oleh kebanyakan orang. Berbagai faktor termasuk penggunaan layar elektoronik berlebihan (seperti main gadget, main game online, nonton tv, dll), nongkrong dengan teman, kehidupan yang sibuk, dan pekerjaan yang sibuk dapat menyebabkan masyarakat tidak mendapatkan 7 jam tidur yang direkomendasikan setiap malam. Hal inilah yang sebenarnya dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius dalam jangka panjang.

Hubungan Kurang tidur dan Diabetes

Penelitian telah menunjukkan bahwa orang yang tidak cukup tidur cenderung makan lebih banyak, kurang berolahraga, dan kelebihan berat badan. Ya benar, jika kita tidak tidur di malam hari maka rasa lapar akan muncul dan disitulah alasan bagaimana makanan akan didatangkan. Jikalaupun tidak makan berat, makanan ringan sebagai cemilan akan menjadi gantinya. Besoknya, kita akan bangun siang dan kita akan kehilangan waktu pagi untuk melakukan olah raga. Yang ada, ingin tidur  sepuasnya untuk mengganti jatah tidur semalaman. Jika ini dilakukan secara rutin maka berat badan kita tentunya akan bertambah.

Sebuah penelitian baru di Jepang tepanya di Toho University Graduate School of Medicine memperjelas pemahaman kita tentang hubungan kurang tidur dan diabetes. Mereka menyebutkan bahwa :
Tidak jelas apakah intoleransi glukosa adalah karena perubahan dalam asupan makanan atau pengeluaran energi atau karena kurang tidur itu sendiri.”

Dengan kata lain, apakah perubahan dalam asupan makanan dan olahraga terkait dengan tidur yang buruk menjadi alasan meningkatnya risiko diabetes, atau ada penyebab lain. Dari itu, para peneliti memutuskan untuk memahami dengan pasti mengapa kurang tidur dapat merusak sensitivitas insulin.

Untuk melakukannya, tikus digunakan sebagai bahan penelitian dan berfokus pada perubahan glukosa darah pada hati mereka. Untuk membedakan dampak dari faktor gaya hidup, selama 2 minggu sebelum penelitian dimulai, semua tikus diberi akses ke makanan tinggi lemak dan air gula tanpa batas. Pada saat pengujian, dalam 1 malam mereka membuat setengah dari tikus terjaga selama 6 jam selama waktu tidur mereka yang biasa.

Hasil Penelitian

Segera setelah intervensi tidur, para ilmuwan mengukur kadar glukosa dan kandungan lemak di hati. Mereka menemukan peningkatan glukosa darah di hati tikus yang kekurangan tidur. Perubahan ini signifikan setelah hanya satu periode 6 jam kurang tidur.

Para peneliti juga mengukur kadar trigliserida di hati karena peningkatan produksi dikaitkan dengan peningkatan resistensi insulin, atau ketidakmampuan untuk memproses insulin dengan benar. Seperti yang diharapkan, pada tikus yang kurang tidur, levelnya meningkat.

Juga, pada tikus yang kekurangan tidur, para peneliti mengukur perubahan dalam enzim hati yang berhubungan dengan metabolisme. Para penulis percaya bahwa ini mungkin akar penyebab resistensi insulin dan penumpukan lemak di hati. Dengan hasil ini, para penulis menyimpulkan bahwa kurang tidur adalah faktor risiko diabetes, terlepas dari perubahan dalam aktivitas dan diet.

Untuk itu, bagi Anda yang terhindari dari penyakit diabetes, tidur yang cukup (minimal 6 jam) merupakan salah satu langkah mudah untuk mencegahnya. Adapun bagi Anda yang menderita diabetes, memperbaiki pola tidur tentunya dapat memperkecil kemungkinan penyakit Anda bertambah buruk. Mulailah perhatikan pola tidur Anda dari sekarang!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.