Sindrom Lennox Gastaut dan Penanganannya

Peringatan Hari Sindrom Lennox Gastaut Sedunia jatuh pada tanggal 1 November. Istilah ini tidak begitu populer di Indonesia sehingga banyak orang belum pernah mendengarnya. Namun, ada baiknya kita mengumpulkan informasi tentang penyakit ini untuk membantu orang lain yang mengalaminya. 

Sindrom Lennox Gastaut (LSG) adalah istilah untuk tipe epilepsi dimana penderitanya mengalami kejang lebih sering. Statistik menunjukkan bahwa 2-5% kasus epilepsi pada anak tergolong LSG. Meski masih langka, sindrom ini mendapat perhatian khusus dari pediatrik dan pakar saraf dewasa.

Apa saja gejala yang muncul? 

Penderita epilepsi mengalami gerakan tertentu yang berada di luar kendali dan kondisi ini terjadi berulang-ulang. Pada kasus LGS, kejang-kejang terjadi lebih sering dan dikelompokkan menjadi beberapa tipe.

Kejang Atonik

Pada kondisi ini, penderita Sindrom Lennox Gastaut jatuh dan tidak dapat mengendalikan otot-otot. Jenis kejang ini tidak berlangsung lama dan hanya terjadi beberapa detik. Tipe kejang ini tergolong ringan dan orang-orang di sekitarnya bisa memberi pertolongan darurat.

Kejang Tonik

Tipe kejang tonik biasanya terjadi selama beberapa detik hingga satu menit. Pada tipe kejang ini, penderita akan mengalami tubuh kaku saat sedang tidur. Jika penderita dalam keadaan bangun, maka ia akan terjatuh. 

Kejang Petit Mal (absence seizures)

Penderita Sindrom Lennox Gastaut tidak hanya mengalami kejang pada tubuh, tapi matanya menatap kosong, mengangguk-ngangguk, atau berkedip-kedip dengan cepat. 

Cacat Kognitif

Meski tidak semua penderita mengalaminya, penderita mengalami disfungsi otak yang membatasi kemampuan mereka dalam belajar, berinteraksi sosial, dan menurunkan kualitas hidup. Saat beranjak dewasa, mereka bisa mengalami gangguan infeksi pada dada yang memperpendek usia. 

Bagaimana penanganannya?

Karena Sindrom Lennox Gastaut mengalami kejang lebih sering dibanding tipe epilepsi pada umumnya, perlu kesadaran bagi masyarakat untuk memberi penanganan darurat. Berikut ini bantuan yang bisa kita lakukan apabila menemukan pasien epilepsi dan LSG mengalami kejang-kejang.

  1. Jangan panik dan tidak memasukkan benda apapun ke dalam mulut pasien. 
  2. Jangan mengekang atau mengikat tubuh pasien, karena bisa sebabkan patah tulang.
  3. Longgarkan pakaiannya untuk melancarkan sirkulasi darah.
  4. Memiringkan tubuh pasien agar ia bisa mengeluarkan muntah dan tidak menutup jalur pernapasan.
  5. Apabila tidak kunjung membaik, segera bawa ke rumah sakit.

Kebanyakan penderita epilepsi yang tergolong kasus LSG akan mengalami kejang-kejang seumur hidup meski gejalanya bisa berkurang ketika beranjak dewasa. Namun, tetap saja penderita harus mendapatkan perawatan dan perhatian khusus. 

Biasanya dokter akan meresepkan obat-obatan tertentu. Akan tetapi untuk mendukung kesembuhan yang optimal, penderita harus menjalani diet ketogenik. Mengkonsumsi pola makan tinggi lemak, rendah protein, dan rendah karbohidrat dapat mengurangi frekuensi kejang-kejang pada penderita epilepsi. 

Obat Herbal Ayan atau Epilepsi

QNC Jelly Gamat Emas – Ekstrak Teripang Rp 180.000

QNC Jelly Gamat adalah obat herbal ayan atau epilepsi yang sudah terbukti khasiatnya. Obat ini terbuat dari ekstrak teripang emas alami jenis golden stichopus variegatus yang dikombinasikan bahan herbal lainya seperti sweetener stevia, pengemulsi nabati, essen natural, Air RO, serta ekstrak buah dan sayur.

Kandungan senyawa aktif : Kolagen 80%, Protein 86.6% Mukopolisakarida, Gamapeptide, Glukosaminoglykan, Asam Amino Esensial, Omega 3 dan 6, DHA, Vitamin A,B1,B2,B3 , Lektin(antikanker), Saponin(Antioksidan), Glucosamine, Chondroitine, Mineral, Kalsium, Zat Besi, Magnesium, Antiseptik Alamiah.

Khasiat QnC Jelly Gamat 
  • Menyembuhkan penyakit epilepsi secara tuntas.
  • Menyembuhkan cedera di kepala.
  • Menghilangkan rasa sakit.
  • Melancarkan peredaran darah di otak.
  • Mengurangi resiko penyakit meningitis.
  • Mengurangi resiko penyakit stroke dan penyakit vaskular.
Aturan Pakai/Konsumsi QNC Jelly Gamat 

Bayi 5 bulan-5 tahun : 1-2 sendok teh per hari

Anak 6 tahun – 12 tahun : 2×1 sendok makan per hari

Dewasa : 3x sehari 3-4 sendok makan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.